Pengaruh
Sekolah Sebagai Penentu Masa Depan
KARYA
TULIS ILMIAH
Karya tulis ilmiah ini dikerjakan dalam rangka
pembelajaran bahasa Indonesia yang diajukan sebagai tugas akhir semester I
Ulia Niati
Rahani Gustina
Kelas : XI IPA Unggul
DINAS
PENDIDIKAN KABUPATEN MUARO JAMBI
SMA
NEGERI 8 MUARO JAMBI
TAHUN
AJARAN 2012/2013
Halaman Pengesahan
Karya
tulis ilmiah yang berjudul : “Pengaruh Sekolah Sebagai Penentu Masa Depan”, dan
topiknya “Pengaruh Pendidikan Tingkat SMA Sebagai Penentu Masa Depan Siswa”
yang diajukan sebagai tugas akhir semester I tahun ajaran 2012/2013
Telah
di periksa dan disahkan oleh guru pembimbing
Rengas
Bandung, Januari 2013
Pembimbing
Mata
pelajaran
Lely
septasari, S,Pd
NIP:
198109202006042006
Kata
Pengantar
Puji syukur kita ucapkan kepada Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya
tulis ilmiah ini yang berjudul “Pengaruh Sekolah Sebagai Penentu Masa Depan”,
dan topiknya “Pengaruh Pendidikan Tingkat SMA Sebagai Penentu Masa Depan
Siswa”. Kaya tulis ini merupakan syarat yang di ajukan sebagai pelengkapan
tugas akhir semester I. selanjutnya salawat dan salam kita curahkan kepada Nabi
Muhammad SAW.
Setelah melalui proses yang lumayan panjang, akhirnya
penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini guna untuk kelengkapan syarat
tugas akhir semester I, sekalipun dengan banyaknya keterbatasan. Penulis
mengakui bahwa penulis adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam
berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan
sangat begitu sempurna. Begitu pula dengan karya tulis ini yang telah penulis
selesaikan. Penulis melakukan semaksimal mungkin dengan kemampuan yang penulis
miliki.
Dengan selesainya karya tulis ini penulis mengharapkan
banyak manfaat yang dapat diambil dari karya ini. Semoga dengan adanya karya
tulis ini dapat menjadi pandangan positif untuk masa depan para kalangan remaja
sekarang.
Halaman
Persembahan
Alhamdulillah…
Dengan rasa syukur kupersembahkan buat orang-orang yang
terkasih dan tersayang yang telah banyak membantu penulis selama ini :
Thank to….
Tuhan yang Maha Esa, atas segala sesuatu yang sudah di
berikan kepada penulis dan mempersatukan penulis ke dalam jendela pendidikan
ini.
Untuk ibu Lely Septasari S,pd sebagai pembimbing penulis,
terima kasih engkau telah mau membimbing penulis agar penulis mengerti dan
terima kasih engkau telah memberikan kesempatan kepada penulis membuat karya
tulis ilmiah ini.
Untuk SMA N 8 Muaro Jambi dengan guru-guru terbaiknya
sebagai tempat penulis memperoleh prestasi, reputasi, dan prestise.
“Kami ingin
membuat kalian bangga”
Ucapan pribadi dari
penulis Rahani…….
Untuk Bapak dan Emak terima kasih atas doamu dan dorongan
untukku sebagai motivasi diriku
Untuk Oomku ( Yudhi Cristiawan ) terima kasih telah
meminjami buku-bukumu.
Ucapan pribadi dari
Penulis Ulia…….
Untuk Abak dan Emak terima kasih atas doamu selama ini
engkau menjadi motivasi untukku
Untuk kakakku (Husmi Utari) yang telah mengajari kata per
kata dan untuk adik-adikku (Ahyan dan Alhanif) sebagai penghibur diriku
Untuk orang tersayang dan….
Untuk komputerku yang telah setia menemani penulisan
karya tulis ini.
Untuk sahabat-sahabat penulis, untuk Derablue, dan untuk
teman-teman kelas XI IPA Unggul yang menjadi motivasi penulis dan ikut serta
dalam penulisan.
Semoga atas semua pengorbanan, perjuangan, dan kesabaran
kalian mendapatkan balasan dari Allah SWT.
Amin Ya Rabbal’Alamin......
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan
merupakan hal penting bagi setiap masing-masing individu, pendidikan memiliki
perannya sendiri untuk kehidupan yang akan datang. Berbicara tentang pendidikan
mencangkup juga tentang sekolah, sekolah adalah tempat untuk mendapatkan
pendidikan, sekolah juga menjadi rumah kedua kita. Di sekolah tentunya kita
memiliki pengalaman-pengalaman seru yang mengasyikkan, apalagi kita berbicara
tentang Sekolah Menengah Atas (SMA) di sini kita melihat dan merasakan dunia
tentang SMA itu, dunia tersendiri yang kehidupannya mengasyikkan. Para siswa
harus rajin belajar untuk persiapan kuliah namun ada juga kisah cinta, intrik
pergaulan, ekstrakulikuler, sampai ajang mencari popularitas dan ajang meraih
prestasi. Tentunya kita memiliki tujuan dari sekolah kita sendiri, walaupun
keraguan itu masih terlukis di pikiran kita, di sekolah kita dapat mengukur
kemampuan kita dengan hasil ulangan harian, ujian tengah semester bahkan hasil
nilai rapor, sehingga dapat kita ketahui sebatas apa kemampuan untuk masa depan
kita.
Untuk
itu penulis mencoba membuat karya tulis ilmiah yang berisikan segala sesuatu
yang terjadi di kehidupan SMA, it’s all
about high school men. Semuanya, dari pertama kali kita masuk sebagai anak
baru hingga akhir perjuangan kita masuk pengguruan tinggi. Karya tulis
menekankan betapa pentingnya masa-masa SMA dalam kehidupan kita. Penulis mencoba
membawanya dengan sedikit santai tapi cerdas.
Menimbang
dari berbagai pengalaman yang telah penulis alami tentang awal masuknya SMA,
kerasnya pergaulan anak SMA, susahnya menjadi anak baru, susahnya menghadapi
tipe guru yang berbeda-beda, susahnya tertib untuk sekolah, susahnya membagi
waktu dengan pacar susahnya menghadapi cinta ketika datang dan menggoda, sampai
pembentukan kepribadian dengan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. Maka penulis
ingin melihat sebatas apa pandangan siswa terhadap sekolah untuk masa depannya.
Penulis membuat tema karya tulis ilmiah dengan judul “Pengaruh Sekolah Sebagai
Penentu Masa Depan”, dan topiknya “Pengaruh Pendidikan Tingkat SMA Sebagai
Penentu Masa Depan Siswa”
1.2 Tujuan penulisan
Adapun tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah sebagai
berikut :
·
Untuk
mengetahui apa saja yang menjadi peran penting pendidikan sebagai penentu masa
depan.
·
Untuk
mengetahui peran pendukung pada masa depan.
·
Untuk
mengetahui hubungan minat belajar dengan peran masa-masa sekolah untuk masa
depan.
·
Untuk
dapat berpikir positif pada masa depan kita lewat pandangan masa-masa sekolah
sebagai penentu masa depan.
1.3 Manfaat penulisan
Adapun
manfaatnya sebagai berikut :
·
Agar
bisa membuat para siswa yakin bahwa masa-masa SMA penting bagi kalangan remaja
sekarang.
·
Agar
dapat mengetahui pentingnya pendidikan untuk masa depan.
·
Agar
dapat menjadi patokan untuk adik-adik yang belum merasakan masa-masa SMA agar
dapat berpikir yang positif untuk selanjutnya.
·
Selanjutnya
manfaat lainnya bisa ditentukan oleh pembaca sendiri.
1.4 Rumusan Masalah
·
Bagaimana
peranan penting pendidikan untuk penentu masa depan?
·
Apa
saja yang termasuk peran pendukung untuk masa depan?
·
Bagaimana
pengaruh minat belajar siswa di sekolah terhadap masa depan?
·
Apa
saja faktor penentu sebagai pendidikan masa depan?
1.5 Batasan masalah
Berhubung terlalu luasnya rumusan masalah maka penulis
membatasi penelitian masalah pada faktor penentu untuk pendidikan masa depan
dan faktor minat belajar siswa.
1.6
Metode
Penulisan
Dalam
karya tulis ini, penulis menggunakan metode kajian pustaka berupa pencarian
informasi di buku ataupun di internet.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1
Pengertian pendidikan
Pendidikan menurut pandangan ahli
filsafat pendidikan di antaranya , adalah menurut:
1. Jhon Dewey (1995:43) berpendapat pendidikan adalah proses yang
tanpa akhir (education is the process
without end). Dan pendidikan merupakan proses pembentukan kemampuan dasar
yang fundamental, baik menyangkut daya pikir (daya intelektual) maupun
emosional (perasaan) yang diarahkan kepada tabiat manusia kepada sesamanya.
2. Van Cleve Morris (1995 : 43) yang berbahan kultural empiris
berpendapat bahwa pendidikan adalah studi filosofi yang pada dasarnya bukan
hanya alat untuk mengalihkan cara hidup secara menyeluruh kepada setiap
generasi, melainkan juga agen (lembaga) yang bertugas melayani hati nurani
masyarakat dalam perjuangan mencapai hari depan yang lebih baik.
3. Pendapat ahli
filsafat Idealisme, Herman H.
Horne (1995 : 43) menyatakan bahwa pendidikan adalah proses
penyesuaian diri dengan sesama manusia dengan alam jagat raya.
4. Dr. Omar Mohamad Al-Toumy Al-Syaebani (1995:44),
mengartikan pendidikan sebagai usaha mengubah tingkah laku individual (orang
perorangan) dalam kehidupan pribadinya, dalam kehidupan sosial (kemasyarakatan)
dan dalam kehidupan di lingkungan alam sekitar melalui suatu proses.
5. Dr. Mohammad Fadhilal Djamaly (1995:44), bahwa pendidikan
adalah proses yang mengarahkan manusia kepada kehidupan yang baik, yang
mengangkat derajat kemanusiaan sesuai dengan kemampuan dasar manusia (fitrah)
dan kemampuan ajarnya (pengaruh dari luar).
6. Dr. M.J. Langeveld (1995:45), berpandangan bahwa
pekerjaan mendidik adalah membimbing anak didik yang belum dewasa ke arah
kedewasaan yang bercirikan kemandirian
7. Pendidikan
menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (1989-204) adalah proses pengubahan sikap dan tata laku
seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya
pengajaran dan latihan, proses, perbuatan, cara mendidik.
2.2
Pengertian
sekolah
Sekolah merupakan wadah atau tempat di mana dapat kita
jumpai yang mengajar maupun yang diajar yang membantah dan yang menaati yang mengikuti
dan tak yang mengikuti, itu merupakan sifat kecil sekolah.
Di sekolah kita dapat menemukan hal-hal penting seperti
ilmu, pelajaran yang dapat menjadi awal untuk ke depan, seperti halnya kita
membutuhkan pelajaran bahasa Indonesia untuk kepentingan diri kita seperti
ketika kita ingin melamar pekerjaan, kita harus tahu bagai mana cara menulis
suatu surat lamaran pekerjaan, jangankan surat lamaran kerja untuk surat izin
sakit kita membutuhkannya, saat sekarang atau untuk ke depannya namun bukan
hanya di sekolah saja kita mendapatkan suatu pelajaran kita dapat mendapatkan
pelajaran di mana saja kita berada.
Sekolah juga tempat untuk berteman tentunya sekolah bukan
hanya tempat pembelajaran kan? Di sekolah dapat kita temukan teman untuk
bertukar pikiran mengenai pelajaran ataupun tidak tentang pelajaran seperti
kita ketikan mengalami kesulitan tempat pertama sering kita limpahkan yaitu ke
teman kita. Jadi sekolah dapat dikatakan sebagai tempat yang mengasyikkan dapat
pengetahuan sekaligus dapat ke asyikkan.
2.3
Faktor-faktor penentu pendidikan di
masa depan
1. Orang Tua
Orang tua
merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam menentukan pendidikan di masa
depan, karena mereka orang yang telah membesarkan kita sampai saat sekarang
ini. Orang tua adalah sebagai sumber dana yang akan terus setia menyuplai tanpa
ada kontrak kerja seperti pengembalian atau penggantian di kemudian hari.
Dikarenakan kebutuhan ketika melanjutkan sekolah sangat membutuhkan pengeluaran
dana yang terbilang besar, sementara umumnya anak sekolah di Indonesia tidak
memiliki pekerjaan tetap dan umumnya masih menerima uang bulanan tetap untuk
membiayai pendidikan yang kita jalani. Sehingga orang tua sangat berpengaruh
dalam hal keuangan atau pembiayaan hidup untuk seorang anak yang hendak
melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya.
Terlepas dari
kata-kata uang sebagai pelengkap hidup, orang tua juga sangat dibutuhkan untuk
mengarahkan pola pendidikan selanjutnya untuk si anak. Suara orang tua di
harapkan mampu dijadikan pedoman atau panutan dalam menentukan arah pendidikan
yang akan di pilih oleh si anak. Hal ini disebabkan karena, tidak mungkin orang
tua memberikan pilihan yang salah untuk si anak dalam hal pendidikan. Karena
sudah jelas bahwa kasih orang tua sepanjang masa, dan validitas kalimat itu
sudah tidak diragukan lagi kebenarannya. Dalam hal ini orang tua diharapkan
mampu memberikan arahan yang tepat kemudian disesuaikan dengan potensi dan
kondisi dari si anak sendiri, selain itu juga orang tua diharapkan setia
mendampingi proses si anak minimal sampai selesai menentukan pilihannya.
Umumnya kondisi
anak yang baru menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA sederajat masih labil
ketika dihadapkan pada pilihan untuk melanjutkan di mana?, Jurusan apa?,
bagaimana caranya?, dan dalam kondisi labil seperti ini orang tua mempunyai
peran sentral yang sangat di harapkan kontribusinya. Kontribusi minimal dari
orang tua bisa berupa pilihan kampus, pilihan jurusan, dan lain-lain. Namun
dalam proses ini orang tua diharapkan untuk tidak diktator dalam menyajikan
pilihannya untuk si anak. Peran orang tua hanya diharapkan untuk bisa menjadi
jembatan pengalaman yang kemudian di transformasikan kepada si anak, langkah
diktator bisa di berlakukan dengan syarat kalau si anak tidak mampu memutuskan
pilihannya sendiri.
Setelah pilihan
ditentukan oleh si anak selanjutnya orang tua diharapkan untuk memberikan
motivasi atau semangat dan keyakinan bahwa si anak mampu dan bisa melewati dan
menjalani ini sampai jauh ke depan. Kata-kata motivasi atau nasihat dari orang
tua diharapkan menjadi sebuah motivasi dan hukum berjalan yang selalu siap
bekerja ketika dibutuhkan, hal ini karena kata-kata motivasi atau nasihat dari
orang tua adalah bahasa hati yang diharapkan juga bisa langsung di terima oleh
hati si anak sebagai sebuah bahasa yang harus di pertanggungjawabkan kemudian
hari.
2.
Teman
Dalam proses
menentukan pilihan pendidikan, teman bisa menjadi faktor X yang kedua sebagai
syarat kelancaran pilihan yang diberikan. Namun bisa juga teman dijadikan
sebagai faktor utama dan sebagai bahan contoh apabila sudah mantap menentukan pilihan
pendidikannya sendiri, kondisi ini akan memacu kita untuk bisa lebih baik di
banding teman kita yang sudah mantap menentukan pilihan pendidikan untuk
dirinya. Hal ini bisa di jadikan pemantik atau motivasi untuk segera melakukan
hal yang sama dengan teman kita tadi. Kondisi seperti ini akan memberikan
atmosfer semangat yang berbeda dalam proses menentukan pilihan pendidikan. Atau
teman dijadikan orang tua sementara karena hal ini disebabkan antara lain teman
sebaya, teman bermain, teman cerita, dan lain-lain. Hal ini bisa memunculkan
keberanian si anak untuk bebas berbicara tanpa takut salah, faktor ini bisa
menjadikan kondisi menjadi lebih rileks dan santai, hal ini bisa memunculkan
bahasa-bahasa atau Kemauan yang terpendam yang belum sempat terbahaskan. Namun
hal ini hanya akan berjalan efektif jika teman yang kita jadikan faktor X sudah
di akui kredibilitasnya minimal dalam hal informasi pendidikan lanjutan, atau
minimal memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan yang sama. Sehingga
tidak terjadi ketimpangan ketika proses berjalan, karena kondisi teman sebaya
atau teman sepermainan bisa saja sama-sama sedang labil ketika diberikan
pilihan dalam melanjutkan pendidikan yang terbaik buat hidupnya.
Syarat teman
yang akan dijadikan akses informasi atau sebagai media penyalur motivasi
haruslah orang yang tepat, sehingga pilihan atau saran yang muncul bukanlah
sesuatu yang salah dan menyesatkan. Pilihan atau saran yang diberikan harus
memiliki dasar alasan yang cukup kuat dengan faktor-faktor pendukung dari si
anak/kita. Hal ini di maksudkan supaya ketika pilihan yang diambil sudah di
jalani tidak ada yang perlu di persalahkan jika ada yang harus di salahkan.
Satu hal yang bisa di manfaatkan dan tidak memiliki dampak buruk adalah teman
bisa dijadikan media penyalur motivasi, alat pemacu ketika kita masih
disibukkan dengan pilihan. Kondisi ini akan memberikan efek bersaing sehat
untuk menjadi yang terbaik, karena kondisi persaingan akan memaksa seseorang
untuk bertindak cepat dan tepat.
3.
Lingkungan
Lingkungan dan
pendidikan adalah hal yang berhubungan, lingkungan yang baik akan menjadikan
pendidikan baik, dan pendidikan yang baik akan menjadikan lingkungan baik.
Sudah bisa di maknai jika lingkungan adalah salah satu faktor penting dalam
memilih pendidikan, karena kondisi lingkungan yang baik akan memaksa kita untuk
menjadi baik. Hal ini bisa di korelasikan bahwa, dalam hal ini perlu di
perhatikan bagaimana lingkungan memberikan pendidikan untuk masyarakatnya.
Bagaimana lingkungan mengajarkan arti pentingnya pendidikan bagi seorang
manusia, dan bagaimana kita memaknai lingkungan sebagai guru yang mengajarkan
dan memberikan jawaban atas pilihan-pilihan kita seputar pendidikan. Lingkungan
bisa dijadikan sumber inspirasi, karena kondisi dan dinamika lingkungan sudah
pasti memberikan sebuah jawaban walaupun dengan ilustrasi. Dengan memaknai
kondisi dan dinamika lingkungan kita bisa menarik benang merah, harus di
tempatkan di
mana dan
bagaimana pilihan-pilihan yang kita hadapi.
Contohnya
seperti, ketika kita berada di tengah lingkungan orang-orang terpelajar maka
kita akan terpacu untuk menjadi bagian dari orang-orang terpelajar juga, ketika
kita berada di tengah orang-orang sukses maka kita akan termotivasi bagaimana
menjadi orang sukses dan bisa berada bersama mereka orang sukses. Kondisi
seperti ini bisa dijadikan kunci jawaban atas persoalan yang kita hadapi,
karena kita bisa mencuri ilmu atau mencari pengalaman bagaimana langkah mereka
bisa sukses atau menjadi orang-orang yang terpelajar seperti saat sekarang.
Sudah tentu jawaban atau pengalaman yang mereka berikan tidak diragukan lagi
kebenarannya, karena sudah terbukti dan kita bisa melihat hasilnya. Kondisi
lingkungan yang baik bisa dijadikan motivasi untuk pendidikan kita.
Namun bagaimana
mencari alternatif jika kondisi yang kita harapkan tidak sesuai, apakah lantas
harus berhenti, harus menyerah. Tidak, seperti sudah di jelaskan di atas bawa
kondisi lingkungan bisa dijadikan sumber inspirasi, apa yang harus kita lakukan
ketika kita berada tengah lingkungan yang tidak mendukung, di tengah lingkungan
yang tidak ada satu pun manusia terpelajar, di tengah lingkungan yang tidak
memiliki manusia sukses, atau segudang masalah lainnya. Di sini adalah saatnya
mengaplikasikan potensi yang kita miliki, mengaplikasikan motivasi yang kita
punya. Kondisi yang tidak mendukung seperti di atas harus dijadikan sebuah
motivasi untuk berubah. Kondisi yang tidak mendukung bisa dijadikan jawaban
atas pilihan-pilihan atau pertanyaan-pertanyaan kita. Karena ternyata belum banyak
yang bisa di jawab oleh manusia di sekitar kita, dan kita adalah orang yang
harus siap mengambil bagian-bagian terbaik dari hidup dan lingkungan kita.
2.4
Faktor
yang mempengaruhi minat belajar siswa
Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa - Menurut
Abdullah (1989), ada beberapa yang mempengaruhi minat seseorang terhadap mata
pelajaran tertentu. Secara keseluruhan faktor tersebut digolongkan dalam dua
kelompok besar, yaitu faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar diri
siswa) dan faktor internal (faktor yang berasal dari dalam diri siswa).
Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa - Dari
beberapa faktor yang dapat mempengaruhi minat siswa dalam mata pelajaran, yang
menjadi bahan kajian dalam penelitian ini adalah faktor kurikulum, faktor dari
dalam diri siswa, faktor metode mengajar, faktor guru, serta sarana dan
prasarana. Untuk lebih jelasnya, pengaruh dari masing-masing faktor minat
belajar siswa dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Faktor Kurikulum
Arah pengembangan pengajaran mata pelajaran pada masa mendatang tidak dapat terlepas dari tujuan dan fungsi kurikulum yang berlaku saat ini, yaitu kurikulum 1994. Pada Kurikulum 1994 terdapat beberapa fungsi pelajaran khususnya di tingkat Sekolah Dasar, adalah :
1.
Membantu siswa memahami konsep-konsep
pembelajaran.
2.
Membantu mengembangkan sikap ilmiah
dalam memecahkan masalah yang dihadapi sehari-hari.
3.
Membantu menggunakan dan mengembangkan
keterampilan proses dalam mempelajari konsep-konsep pembelajaran.
4.
Membantu siswa dalam menerapkan
konsep-konsep pembelajaran yang dibantu ilmu dasar lainnya dan dikembangkan
dalam teknologi.
5.
Membantu siswa memahami keteraturan
kehidupan makhluk hidup seperti pembelajaran biologi sehingga menimbulkan rasa
kagum dan cinta kepada Allah Yang Maha Kuasa.
6.
Membantu persiapan siswa untuk
melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
7.
Meningkatkan kesadaran siswa akan
pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Siswa adalah sekelompok manusia yang akan diajar,
dibimbing, dan dibina menuju pencapaian tujuan belajar yang ditentukan. Siswa
juga mempunyai peranan dalam proses belajar mengajar. Dalam pelaksanaan proses belajar
mengajar terjadi interaksi antara guru dan siswa, dan antara siswa yang satu
dengan siswa yang lainnya, yaitu terjadinya saling tukar informasi dan
pengalaman mengarah kepada interaksi proses belajar mengajar yang optimal (Ali,
1993).
Proses belajar mengajar menurut konsep ini, siswa menggunakan seluruh kemampuan dasar yang memilikinya sebagai dasar untuk melakukan berbagai kegiatan agar memperoleh prestasi belajar yang optimal. Dalam hal ini, fungsi guru dalam proses belajar mengajar seperti diungkapkan oleh Sardiman (1992) adalah :
1.
Mencari perangsang atau motivasi agar
siswa mau melakukan satu tujuan tertentu.
2.
Mengarahkan seluruh kegiatan belajar
kepada suatu tujuan tertentu
3.
Memberi dorongan agar siswa mau
melakukan seluruh kegiatan yang mampu dilakukan untuk mencapai tujuan.
c. Faktor Metode Mengajar
Mengajar atau mentransfer ilmu dari guru kepada siswa
memerlukan suatu teknik atau metode tertentu. Metode tersebut dengan istilah
metode mengajar. Dalam dunia pendidikan telah dikenal berbagai metode mengajar
yang dapat digunakan .
Di sekolah atau lembaga pendidikan tertentu terdapat banyak mata pelajaran dan tiap mata pelajaran mempunyai tujuan-tujuan tersendiri. Untuk mencari tujuan tersebut setiap guru harus memilih metode mengajar yang manakah yang paling tepat untuk mata pelajaran atau pokok bahasan yang akan diajarkannya. Hal tersebut disebabkan karena tidak semua pokok bahasan cocok untuk diterapkan satu mata pelajaran atau pokok bahasan. Oleh karena itu, guru yang mampu menggunakan berbagai metode pengajaran dan menerapkannya dalam proses belajar mengajar akan dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa (Roestiyah, 1993).
d. Faktor Guru
Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan
keahlian khusus. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh seseorang tanpa
memiliki keahlian sebagai guru. Untuk menjadi seorang guru, diperlukan
syarat-syarat khusus, apa lagi seorang guru yang profesional yang harus
menguasai seluk beluk pendidikan dan mengajar dengan berbagai ilmu pengetahuan
lainnya yang perlu dikembangkan melalui masa pendidikan tertentu.
Guru merupakan unsur penting dalam keseluruhan sistem
pendidikan. Oleh karena itu peranan dan kedudukan guru dalam meningkatkan mutu
dan kualitas anak didik perlu diperhitungkan dengan sungguh-sungguh. Status
guru bukan hanya sebatas pegawai yang hanya semata-mata melaksanakan tugas
tanpa ada rasa tanggung jawab terhadap disiplin ilmu yang diembannya. Dalam
pendidikan itu, guru mempunyai tiga tugas pokok yang dapat dilaksanakan sebagai
berikut:
1) Tugas
profesional
Tugas profesional ialah tugas yang berhubungan dengan profesinya.
Tugas profesional ini meliputi tugas mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan.
Tugas profesional ialah tugas yang berhubungan dengan profesinya.
Tugas profesional ini meliputi tugas mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan.
2) Tugas
manusiawi
Tugas manusiawi adalah tugas sebagai manusia. Dalam hal ini baik guru mata pelajaran bertugas mewujudkan dirinya untuk merealisasikan seluruh potensi yang dimilikinya. Guru di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Ia harus mampu menarik simpatik sehingga ia menjadi idola siswa. Di samping itu transformasi diri terhadap kenyataan di kelas atau di masyarakat perlu dibiasakan, sehingga setiap lapisan masyarakat dapat mengerti bila menghadapi guru.
Tugas manusiawi adalah tugas sebagai manusia. Dalam hal ini baik guru mata pelajaran bertugas mewujudkan dirinya untuk merealisasikan seluruh potensi yang dimilikinya. Guru di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Ia harus mampu menarik simpatik sehingga ia menjadi idola siswa. Di samping itu transformasi diri terhadap kenyataan di kelas atau di masyarakat perlu dibiasakan, sehingga setiap lapisan masyarakat dapat mengerti bila menghadapi guru.
3) Tugas
kemasyarakatan
Tugas kemasyarakatan ialah guru sebagai anggota masyarakat dan warga negara seharusnya berfungsi sebagai pencipta masa depan dan penggerak kemampuan. Bahkan keberadaan guru merupakan faktor penentu yang tidak mungkin dapat digantikan oleh komponen manapun dalam kehidupan bangsa sejak dulu terlebih-lebih pada masa kini.
Tugas kemasyarakatan ialah guru sebagai anggota masyarakat dan warga negara seharusnya berfungsi sebagai pencipta masa depan dan penggerak kemampuan. Bahkan keberadaan guru merupakan faktor penentu yang tidak mungkin dapat digantikan oleh komponen manapun dalam kehidupan bangsa sejak dulu terlebih-lebih pada masa kini.
Di samping ketiga tugas pokok tersebut di atas, menurut
Muhtar (1992), guru juga berperan sebagai :
a) Fasilitator perkembangan siswa
Kemampuan dan potensi yang dimiliki siswa tidak mungkin dapat berkembang dengan baik apabila tidak mendapat rangsangan dari lingkungannya. Dalam suasana sekolah, guru diharapkan dengan siswa secara individual telah mempunyai kemampuan dan potensi itu. Dengan kata lain mempunyai peranan sebagai fasilitator dalam mengantarkan siswa ke arah hasil pendidikan yang tinggi mutunya.
Kemampuan dan potensi yang dimiliki siswa tidak mungkin dapat berkembang dengan baik apabila tidak mendapat rangsangan dari lingkungannya. Dalam suasana sekolah, guru diharapkan dengan siswa secara individual telah mempunyai kemampuan dan potensi itu. Dengan kata lain mempunyai peranan sebagai fasilitator dalam mengantarkan siswa ke arah hasil pendidikan yang tinggi mutunya.
b)
Agen pembaharuan
Kehidupan manusia merupakan serangkaian perubahan-perubahan yang nyata. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi ini mengalami kepesatan yang melangit. Dalam hal ini, guru dituntut untuk tanggap terhadap perubahan dan dituntut untuk bertugas sebagai agen pembaharuan dan mampu menularkan kreatifitas dan kesiapan mental siswa.
Kehidupan manusia merupakan serangkaian perubahan-perubahan yang nyata. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi ini mengalami kepesatan yang melangit. Dalam hal ini, guru dituntut untuk tanggap terhadap perubahan dan dituntut untuk bertugas sebagai agen pembaharuan dan mampu menularkan kreatifitas dan kesiapan mental siswa.
c)
Pengelola kegiatan proses belajar mengajar
Guru dalam hal ini bertugas mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu dalam menyajikan materi pelajarannya. Guru berperan dan bertugas sebagai pengelola proses belajar mengajar.
Guru dalam hal ini bertugas mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu dalam menyajikan materi pelajarannya. Guru berperan dan bertugas sebagai pengelola proses belajar mengajar.
d)
Pengganti orang tua di sekolah
Guru dalam hal ini harus dapat menggantikan orang tua siswa apabila siswa sedang berada di sekolah. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengganti orang tua, guru-guru harus mampu menghayati hubungan kasih sayang seorang bapak atau seorang ibu terhadap anaknya. Oleh karena itu, guru mampu mengenal suasana siswa di rumah atau dalam keluarganya.
Guru dalam hal ini harus dapat menggantikan orang tua siswa apabila siswa sedang berada di sekolah. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengganti orang tua, guru-guru harus mampu menghayati hubungan kasih sayang seorang bapak atau seorang ibu terhadap anaknya. Oleh karena itu, guru mampu mengenal suasana siswa di rumah atau dalam keluarganya.
e.
Faktor Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana sangat menunjang keberhasilan pengajaran misalnya fasilitas gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, alat peraga dan lain-lain.
Sarana dan prasarana sangat menunjang keberhasilan pengajaran misalnya fasilitas gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, alat peraga dan lain-lain.
Penggunaan alat peraga dalam proses belajar mengajar
mempunyai fungsi utama (Nasution, 1990), yaitu :
1.
Memperjelas penyajian pesan agar tidak
terlalu bersifat verbalistis hanya dalam bentuk kata-kata atau lisan belaka.
2.
Mengatasi keterbatasan ruang, waktu,
daya indra seperti objek terlalu besar dapat digantikan dengan gambar, film,
atau model.
3.
Dengan menggunakan media pengajaran
secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa, dan
4.
Dengan sikap yang unik untuk tiap siswa
dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum materi
pelajaran yang ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak
mengalami kesulitan jika harus diatasi sendiri.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Dari uraian di atas penulis menyimpulkan :
·
Pendidikan adalah proses pengubahan
sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan
manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses, perbuatan, cara mendidik.
·
Sekolah merupakan sarana, bangunan,
atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi
pembelajaran, seperti ketika terjadi waktu atau pertemuan proses pembelajaran
untuk memberikan pengetahuan.
·
Penulis menemukan faktor-faktor yang
menentukan pendidikan di masa depan seperti orang tua , teman atau sahabat, dan
serta lingkungan kita sendiri. Merekalah yang menjadi faktor iri kita
·
Dan faktor yang mempengaruhi minat
belajar siswa yaitu faktor kurikulum, faktor dari dalam diri siswa, faktor
metode mengajar, faktor guru, serta sarana dan prasarana. Faktor-faktor
tersebut memiliki peran masing-masing untuk mempengaruhi minat para siswa dalam
belajarnya.
3.2
Saran
Dari kesimpulan di atas penulis memberikan saran sebagai
berikut:
Guru harus mau menjadi peran sebagai orang tua kedua bagi siswa, demikian
juga siswa mau mengakui bahwa guru adalah orang tua kedua, agar
tidak hanya di rumah saja siswa mendapat faktor untuk masa depannya namun
mereka juga mendapatkannya di rumah sekolah bukan hanya itu mereka pun
bertambah satu lagi orang tua mereka. Dan untuk organisasi (sekolah) agar
berupaya mengidentifikasi hal-hal yang memicu keadaan siswa , dan yang mendidik
harus mengupayakan suasana belajar yang
aman, menyenangkan dan penuh
kekeluargaan yang disertai dengan pemberian motivasi-motivasi supaya menghindari
stres di lingkungan belajar dengan menciptakan suasana kerja yang kondusif dan
menyenangkan lebih efektif bagi perkembangan sekolah daripada menciptakan
suasana yang dapat memacu stres dan agar minat belajar bertambah serta pendidikan untuk masa depannya lebih
menyenangkan tidak tegang.
Daftar Pustaka
http:// wordpress.com/”KaryaTulisIlmiahPeranOrangTuadalamPendidikan”/2011/06/30/
Riwayat Hidup
Nama penulis
ini Rahani agustina dilahirkan di Jambi pada tanggal 06 agustus 1996 sebagai anak kedua dari pasangan Rd.Sargawi dan Siti
Ropiah yang berjenis kelamin perempuan dan beragama islam.
Latar Pendidikan saya, saya mulai dari
SDN 208 Kota Jambi enam tahun berlalu saya pun lulus pada tahun 2008 pada tahun
2008 itu pula saya mendaftarkan diri di madrasah Alhamdulillah saya diterima di
Madrasah Tsanawiyah Jauharul Islam kabupaten Muaro Jambi dan menamatkannya pada
tahun 2011 ini kesempatan saya untuk melanjutkan ke sekolah menegah atas di SMA
Negeri 8 Muaro Jambi yang saat ini hampir berakhir.
Penulis yang
satu ini bernama Ulia Niati, tepatnya hari rabu tanggal 02 Juli 1997
Alhamdulillah saya terlahir dengan normal di Kerinci, telago pulau tengah sebagai
anak perempuan ke dua dari empat bersaudara, dari seorang ayah Husaini nurdin
sebagai PNS di ruang tata usaha dan ibu Misriati sebagai pengurus rumah tangga,
saya sangat menyayangi mereka dan alhamdulilah saya terlahir beragama Islam.
Latar pendidikan saya, saya mulai dari Madrasah Ibtidayah
Negeri Berembang Muaro Jambi tahun 2008 saya terdaftar di lembaran kertas
kelulusan, setelah lulus saya melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Negeri
Berembang tak disangka tiga tahun pun berlalu, pada tahun 2011 saya terdaftar
di SMA Negeri 8 Muaro Jambi saat ini tengah saya jalani.
Lampiran
Lembaran ini
adalah lembaran bimbingan selama pembuatan karya ilmiah dengan guru
pembimbing Lely septasari,S,pd
No
|
Hari/Tanggal
bimbingan
|
Perbaikan
|
Paraf guru
|
1
|
Kamis/18-10-2012
|
·
Halaman pendahuluan
·
Rumusan masalah
·
Menambahkan pembatasan masalah
·
Mengubah kata kami menjadi penulis
bagian latar belakang.
|
|
2
|
Senin/19-11-2012
|
·
Isi kata pengantar
·
Kata pengantar tidak berhubungan
dengan halaman persembahan
·
Halaman ucapan terima kasih di ganti
dengan halaman persembahan
·
Jika gunakan bahasa asing maka harus
di cetak miring.
|
|
3
|
Jum’at/11-01-2013
|
·
Besar huruf pada cover pada judul
harus lebih besar
·
Pada bagian yang masing dalam bagian
halaman hanya enter satu kali
·
Penutupan menjadi penutup
·
Perbaikan daftar pustaka dan urutkan
menurut abjad.
|
|
4
|
Senin/14-01-2013
|
·
Perbaikan
cover
·
Perbaikan
space
·
Daftar
pustaka
|
|